![]() |
| IST/jendelaberita.co.id |
KOTA BIMA-Kenaikan harga plastik di pasaran dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Warga diimbau mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, salah satunya dengan membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas di pasar maupun pusat perbelanjaan.
Lonjakan harga plastik dinilai menjadi momentum tepat untuk menggeser pola hidup ke arah yang lebih ramah lingkungan. Pasalnya, sampah plastik sekali pakai selama ini menjadi penyumbang utama timbulan sampah yang sulit terurai dan berdampak langsung pada kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima Syahrial Nuryadin menegatakan, pengurangan sampah plastik tidak cukup hanya dilakukan di tahap akhir penanganan. Perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari masyarakat.
“Ini saat yang tepat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. Kami mengajak masyarakat membiasakan membawa tas belanja sendiri. Langkah ini sederhana, tetapi dampaknya besar bagi lingkungan,” ujarnya pada jendelaberita.co.id, Sabtu (11/4) tadi.
Selain masyarakat, imbauan juga ditujukan kepada pelaku usaha, pedagang dan UMKM agar secara bertahap membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Mereka didorong menyediakan alternatif kemasan ramah lingkungan atau mengajak konsumen membawa tas belanja sendiri.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bima saat ini tengah memfinalisasi regulasi terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam menekan volume sampah plastik di daerah.
Dia mengaku optimis, melalui kombinasi kebijakan dan perubahan perilaku masyarakat, budaya hidup ramah lingkungan dapat terbentuk. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya Kota Bima yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Tim)

Posting Komentar untuk "Harga Plastik Naik, DLH Minta Warga Kota Bima Ubah Kebiasaan Belanja"