KOTA BIMA – Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kota Bima resmi berakhir di Lapangan Manggemaci, Senin (19/10) sore. Ajang yang berlangsung sejak 28 September tersebut menjadi wadah bagi pelajar tingkat SD dan SMP untuk mengembangkan potensi sekaligus mengasah kemampuan di bidang sepak bola.
Ketua Panitia LPI Kota Bima Ahmad Yani, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin PSSI Kota Bima yang dilaksanakan setiap tahun. Selain menjadi ajang kompetisi, LPI juga diarahkan untuk menjaring bibit-bibit muda potensial yang diharapkan mampu berkembang menjadi pesepak bola andal.
Menurutnya, pembinaan sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masa depan sepak bola Kota Bima. Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga belajar membangun kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“LPI merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan potensi generasi muda, mencari bibit-bibit pemain sepak bola, sekaligus membangun kebersamaan di kalangan pelajar,” ujarnya saat menyampaikan laporan panitia.
Pelaksanaan LPI tahun ini diikuti 75 tim, terdiri atas 59 tim tingkat SD dan 16 tim tingkat SMP. Selama kompetisi berlangsung, para peserta beradu kemampuan untuk memperebutkan gelar juara di masing-masing kategori.
Pada kategori SD, SDN 21 Kota Bima berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul SDN 14 sebagai juara kedua. Sementara SDN 5 dan SDN 4 berbagi posisi juara ketiga bersama.
Adapun kategori SMP, SMPN 1 Kota Bima sukses meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati MTsN 1, sedangkan SMPN 2 dan SMPN 3 Kota Bima meraih juara ketiga bersama.
![]() |
| Tim/jendelaberita.co.id SERAHKAN:Ketua PSSI Kota Bima M Tazil Arifin menyerahkan Piala bergilir LPI pada Kepala SMPN 1 Kota Bima Abdi. |
Plt Asisten I Setda Kota Bima Ansyanurahman, mengapresiasi pelaksanaan kompetisi tersebut. Ia menegaskan, LPI bukan sekadar ajang untuk memperebutkan piala dan hadiah. Melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membentuk karakter anak-anak agar berani tampil dan berkompetisi.
Ia berpesan kepada para pelajar yang berhasil meraih juara agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang diraih harus menjadi motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan tetap rendah hati.
Sebaliknya, bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, kekalahan hendaknya dijadikan pengalaman berharga untuk memperbaiki kemampuan pada kompetisi berikutnya.
“Dalam olahraga, kita harus menjunjung tinggi sportivitas. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan. Yang terpenting adalah terus belajar, berlatih, dan menunjukkan sikap yang baik,” pesannya.
Kabag Hukum Setda Kota Bima ini juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kebersihan dan fasilitas umum selama mengikuti kegiatan olahraga. Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan seiring dengan upaya mendukung program Kota Bima Bisa, yakni Bersih, Indah, dan Asri.
Dengan berakhirnya LPI tahun ini, diharapkan pembinaan sepak bola usia dini di Kota Bima terus berlanjut. Kompetisi tersebut diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (Tim)


Posting Komentar untuk "Tutup LPI Kota Bima, 75 Tim SD dan SMP Unjuk Bakat Sepak Bola"