Puspa Syar’i Kota Bima Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Tim/jendelaberita.co.id
PELANTIKAN: Ketua Puspa Syar'i Kota Bima Hj Badrah Eka Wati HA Rahman mendatangani berita acara pelantikan di aula kantor Wali Kota Bima, Kamis (30/10) siang tadi. 

HA Rahman : Pemkot Siap Dukung Puspa Syar'i

KOTA BIMA-Pengurus Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Syar’i Kota Bima periode 2025–2030 dilantik. Pengukuhan dilakukan Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin. 

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Wali Kota oleh Sekretaris Puspa Syar’i Kota Bima, Hj Nurwahidah. Dalam putusan tersebut Hj Badrah Eka Wati diangkat menjadi ketua. 

Ketua Puspa Syar’i Kota Bima Hj Badrah Eka Wati HA Rahman menegaskan, pentingnya keberadaan forum ini sebagai garda terdepan dalam mendampingi perempuan dan anak. Terutama dari berbagai ancaman sosial seperti kekerasan dan pernikahan dini.

“Anak adalah masa depan kita. Namun hari ini banyak tangan-tangan yang mengancam masa depan mereka, mulai dari kekerasan hingga pernikahan dini. Melalui Puspa, kita hadir untuk mendampingi mereka,” ujarnya saat menyampaikan sambutan. 

Ia menambahkan, Puspa Kota Bima berkomitmen memperluas jejaring dan program pencegahan isu negatif terkait anak. Termasuk rencana penyelenggaraan lomba ramah anak tingkat sekolah sebagai bagian dari edukasi publik. 

“Kami berharap dukungan semua pihak agar isu strategis terkait perempuan dan anak dapat ditangani secara maksimal,” tegasnnya. 

Ketua Puspa NTB Mardiana menjelaskan, forum Puspa telah hadir secara nasional sejak 2016. Berdasarkan regulasi pemerintah pusat. 

Ia menyebut forum ini terdiri dari individu dan lembaga lintas sektor, fokus pada isu perlindungan perempuan dan anak.

“Banyak kasus yang muncul dan tidak bisa ditangani sendiri. NTB masih berada di posisi tinggi untuk kasus pernikahan dini dan kekerasan. Kehadiran Puspa sangat penting untuk memperkuat peran DP3A,” jelasnya.

Menurutnya, kasus kekerasan di Kota Bima relatif rendah, tercatat 145 kasus, namun tetap perlu kewaspadaan dan penanganan bersama.

Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus Puspa Syar’i. Ia menilai forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas organisasi untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kota Bima.

“Saya melihat banyak organisasi hadir hari ini. Ini tanda semua pihak ingin berkontribusi dalam perlindungan perempuan dan anak,” ujarnya.

Aji Man sapaan arabnya ini pemerintah mendukung pelaksanaan program Puspa. Ia mendorong forum tersebut menghadirkan inovasi dan kreativitas program. 

“Kerja ke depan sangat berat. Termasuk menjalin komunikasi dengan BUMN untuk mendukung kegiatan Puspa,” tambahnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum lahirnya kerja kolaboratif yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Bima yang ramah perempuan dan anak. (Tim) 


Posting Komentar untuk "Puspa Syar’i Kota Bima Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak"