PLUT Jemput Bola, Empat Kelurahan Disasar; UMKM Didorong Akses KUR agar Naik Kelas

Tim/jendelaberita.co.id
BERSAMA:Tim dari PLUT bersama Lurah Rabangodu Selatan dan jajaran di depan kantor lurah setempat, Rabu (25/2) pagi tadi. 

KOTA BIMA-Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang terus digencarkan. Kali ini, UPT PLUT di bawah naungan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima (Diskoperindag) turun langsung ke wilayah kelurahan untuk melakukan sosialisasi program sekaligus pemetaan potensi usaha.

Rabu (25/2), tim PLUT yang dipimpin langsung Kepala UPT PLUT, Muhammadiyah, menyasar empat kelurahan yakni Pane, Tanjung, Rabangodu Selatan, dan Rabangodu Utara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi jemput bola agar pembinaan tidak hanya menunggu pelaku usaha datang ke kantor layanan.

“Hari ini kami sosialisasi di empat kelurahan ini. Kami ingin memastikan pelaku UMKM mengetahui secara langsung program dan fasilitas yang bisa mereka akses,” ujar Muhammadiyah.

Tak sekadar menyampaikan materi program kerja, tim juga melakukan identifikasi lapangan terhadap kondisi riil UMKM. Mulai dari jenis usaha, skala produksi, kendala pemasaran, hingga persoalan klasik yang kerap dihadapi, yakni keterbatasan modal usaha.

Menurut Muhammadiyah, persoalan permodalan masih menjadi hambatan utama pelaku UMKM untuk berkembang. Karena itu, PLUT menjalin sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk lembaga perbankan, guna membuka akses pembiayaan yang legal dan terjangkau.

Tim/jendelaberita.co.id
SOSIALISASI:Kepala UPT PLUT Muhammadiyah sosialisasi program kerja PLUT di Kelurahan Pane.
 

Salah satu skema yang didorong adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank NTB Syariah. Tujuannya agar UMKM ke depan bisa naik kelas dengan dukungan permodalan melalui KUR Bank NTB Syariah. 

"Ini pembiayaan resmi dengan bunga ringan dan prosedur yang jelas,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menegaskan, peningkatan kualitas UMKM tidak cukup hanya dengan pelatihan manajemen atau pemasaran. Akses permodalan yang sehat menjadi fondasi penting agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga memperbaiki kemasan produk.

Lebih jauh, dia berharap keberadaan akses pembiayaan formal dapat memutus ketergantungan sebagian pelaku usaha terhadap rentenir. Selama ini, praktik pinjaman berbunga tinggi kerap menjerat pelaku UMKM dan justru menghambat perkembangan usaha.

“Dengan adanya akses KUR, kami ingin pelaku usaha tidak lagi bergantung pada rentenir. Mereka harus mendapatkan pembiayaan yang aman dan tidak memberatkan,” tegasnya.

Program sosialisasi dan pendampingan ini, lanjut dia, akan terus dilakukan secara bertahap ke kelurahan lain. PLUT menargetkan semakin banyak UMKM yang terdata, teridentifikasi kebutuhannya, serta mendapatkan akses pembinaan yang tepat sasaran.

Langkah jemput bola tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM di Kota Bima. Bukan hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berdaya saing, sehingga benar-benar mampu naik kelas dan menjadi penopang ekonomi daerah. (Tim) 

Posting Komentar untuk "PLUT Jemput Bola, Empat Kelurahan Disasar; UMKM Didorong Akses KUR agar Naik Kelas"