![]() |
| Tim/jendelaberita.co.id KOPI: Stan penjual kopi terlihat ramai dikunjungi warga, di lokasi Festival Rimpi Mantika, di halaman Utara Musim Asi Mbojo, Sabtu (25/4) pagi tadi. |
KOTA BIMA-Kehadiran UMKM kopi menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Festival Rimpu Mantika. Di tengah ramainya pawai, stan-stan kopi yang berjejer di kawasan Museum Asi Mbojo diserbu ribuan pengunjung, Sabtu, 25 April 2026.
Sejak pagi, aroma kopi dari berbagai kedai lokal menggoda para peserta, terutama kalangan remaja dan pemuda. Minuman seperti espresso, kopi susu, hingga varian kopi kekinian menjadi menu favorit yang paling banyak diburu.
Ilman, salah satu pemilik kedai kopi, mengaku kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Bima yang telah menyediakan ruang bagi pelaku UMKM, khususnya usaha kopi, untuk berkembang.
“Alhamdulillah sejak dibuka pagi tadi sudah ratusan peserta yang membeli. Paling banyak itu pecinta kopi espresso dan kopi susu,” ujarnya.
Menurutnya, momen festival seperti ini sangat membantu memperkenalkan produk kopi lokal kepada masyarakat luas, sekaligus meningkatkan pendapatan secara signifikan dalam waktu singkat.
Tak hanya kopi, stan UMKM lainnya seperti makanan dan minuman ringan juga ikut merasakan dampak positif. Namun, dominasi pengunjung di stan kopi menunjukkan tren meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya ngopi, khususnya di kalangan anak muda.
Diperkirakan, dalam sehari para pelaku UMKM kopi mampu meraup omzet mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Apalagi festival ini masih berlangsung hingga 27 April, sehingga peluang peningkatan pendapatan masih terbuka lebar.
Festival Rimpu Mantika pun tak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi UMKM kopi untuk tumbuh dan dikenal lebih luas. (Tim)

Posting Komentar untuk "UMKM Kopi Jadi Primadona di Festival Rimpu Mantika, Omzet Pedagang Melonjak"