![]() |
| Tim/jendelaberita.co.id Wali Kota Bima HA Rahma H Abidin (Tengah) |
KOTA BIMA – Pemerintah Kota Bima terus mempercepat penanganan banjir yang hampir setiap tahun mengancam wilayah tersebut. Selain normalisasi sungai, pemkot juga membangun kolam retensi untuk menekan risiko banjir saat musim hujan.
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin mengatakan, penanganan banjir menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi, Kota Bima disebut memiliki siklus banjir besar setiap 10 tahun sekali, seperti yang terjadi pada 2006 dan 2016 lalu.
“Untuk mengurangi risiko bencana banjir, pemerintah pusat mulai 2017 mengucurkan anggaran untuk penataan ulang,” ujarnya saat diskusi bersama pelaku usaha di Rumah Dining, Rabu (13/5).
Menurut dia, perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan banjir Kota Bima mulai terlihat sejak 2022. Sejumlah program pengendalian banjir kini dikerjakan secara bertahap di berbagai wilayah.
Di antaranya melalui normalisasi Sungai Padolo, kemudian berlanjut ke kawasan Romo dan Melayu. Pemerintah pusat juga merencanakan penanganan daerah aliran sungai mulai Ntobo hingga wilayah bawah Lampe.
Tak hanya itu, pemerintah turut memperkuat sistem drainase primer guna mendukung pengendalian debit air saat curah hujan tinggi.
Pemkot juga menyiapkan pembangunan kolam retensi di kawasan Ama Hami dan Taman Ria. Dua lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil kajian teknis karena dinilai sebagai kolam retensi alami yang mampu menampung limpasan air.
Rahman optimistis, jika seluruh program penanganan itu rampung, risiko banjir di Kota Bima dapat ditekan secara signifikan.
“Ini bagian dari upaya mewujudkan Kota Bima yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Tim)

Posting Komentar untuk "Pemkot Kebut Penanganan Banjir, Sungai Dinormalisasi hingga Bangun Kolam Retensi"