KOTA BIMA – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Pemerintah Kota Bima. Bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi wanita, hingga berbagai pihak dilepas dari halaman Kantor Wali Kota Bima, Jumat (28/8).
Bantuan tersebut tidak hanya berupa donasi yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Pemkot Bima juga mengirimkan bantuan logistik serta tim relawan untuk membantu penanganan di lokasi terdampak bencana.
Kepala BPBD Kota Bima A Faruk mengatakan, bencana gempa tersebut berdampak pada lima kabupaten di NTT. Berdasarkan data yang diterimanya, sebanyak 111 orang meninggal dunia dan sekitar 1.800 warga terdampak.
Menurut Faruk, langkah pengiriman bantuan bermula pada 15 Agustus lalu. Saat itu, dirinya mendapat telepon dari Kepala BNPB yang menanyakan kondisi Kota Bima sekaligus langkah yang bisa dilakukan sebagai daerah penyangga bagi wilayah yang terdampak bencana.
"Saya jawab, kami segera memberikan bantuan sesuai perintah kepala daerah," katanya saat menyampaikan laporan.
Setelah itu, Pemkot Bima bergerak menghimpun bantuan. Donasi dikumpulkan dari kepala daerah, OPD, organisasi wanita, serta sejumlah pihak lainnya. Selain dana, bantuan juga diwujudkan dalam bentuk logistik.
Untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau, tim juga mendapat dukungan penyeberangan gratis dari IOF. Sebanyak lima unit kendaraan offroad disiapkan untuk menjangkau lokasi yang aksesnya terputus.
"Ada empat lokasi yang aksesnya terputus dan tidak tersentuh. Kami akan menuju lokasi tersebut," jelas Faruk.
Selain tim BPBD yang menyiapkan tiga unit kendaraan, sebanyak 20 tenaga medis juga dilibatkan dalam misi kemanusiaan tersebut. Rombongan dijadwalkan berangkat menuju Sape sebelum menyeberang ke wilayah NTT. Setibanya di NTT, rombongan akan diterima oleh tim di Manggarai Timur.
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Terutama para relawan yang bersedia meninggalkan keluarga dan meluangkan waktu untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
"Saya bangga kepada para relawan yang berangkat. Mereka meninggalkan keluarga untuk membantu keluarga yang terkena musibah," ujarnya.
Rahman mengingatkan, Kota Bima juga pernah berada dalam situasi sulit ketika dilanda banjir bandang pada 2016 lalu. Saat itu, keterbatasan sumber daya membuat Kota Bima membutuhkan dukungan dari daerah lain.
Karena pengalaman tersebut, menurut dia, sudah semestinya Kota Bima bergerak cepat ketika daerah lain membutuhkan bantuan. Apalagi Kota Bima merupakan salah satu daerah penyangga di kawasan timur Indonesia.
"Harusnya kita bisa lebih cepat. Karena kita daerah penyangga. Daripada tidak membantu atau terlambat, lebih baik kita bergerak," tegasnya.
Kepada para relawan, Rahman berpesan agar mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas. Terlebih, sejumlah wilayah tujuan memiliki akses yang masih terputus akibat bencana.
"Jaga keamanan diri dan tim. Apalagi akses terputus. Laksanakan tugas ini dengan keikhlasan dan tanggung jawab," pesannya.
Dia juga meminta seluruh tim membangun koordinasi dengan baik, baik dengan pemerintah daerah setempat maupun BNPB. Bantuan yang dibawa dari Kota Bima diharapkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Pastikan amanah ini sampai kepada yang membutuhkan," pungkasnya. (Tim)

Posting Komentar untuk "Pemkot Bima Salurkan Donasi Ratusan Juta untuk Korban Gempa NTT"